| PERSIb Berlatih si SoccerCoop KIRCON CENTER(rabu,17/2) |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 22 February 2010 19:44 |
|
Pelatih Persib Bandung mempunyai pertimbangan tersendiri kenapa tidak melakukan pergantian pemain ketika melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora 10 Nopember, Minggu (14/2). Tidak diturunkannya pemain pelapis di 90 menit masa pertandingan dikarenakan pelatih kepala menilai anak asuhnya masih konsisten untuk terus melanjutkan permainan.
Hal itu diungkapkan Jaya Hartono seusai latihan sore di Soccer Coop, Jln. Kiaracondong, Bandung, Rabu (17/2). Menurut dia, alasan yang kedua tidak melakukan pergantian pemain yaitu kondisi Budi Sudarsono yang kurang prima. Saat itu Budi menanggung beban mental karena anaknya sakit.
Adapun pergantian pemain yang dilakukan Jaya menjelang akhir pertandingan, hal itu terkesan percuma. Airlangga yang hendak memasuki lapangan langsung terhenti karena peluit akhir pertandingan berbunyi.
"Masuknya Airlangga seperti mepet, padahal masih ada sisa waktu lima menit menurut hitungan saya. Akan tetapi terjadi perbedaan waktu dengan wasit. Saya selalu mematikan jalannya waktu apabila terjadi pelanggaran. Akan tetapi wasit tidak demikian, sisa waktu lima menit itu sudah berjalan tiga menit sehingga sisanya dua menit lagi. Padahal waktu dua menit itu sangat berarti," ucap Jaya.
Pada dasarnya Jaya enggan menanggapi penilaian publik yang terlalu menyoroti pergantian pemain sebagai penyebab kekalahan ketika di Surabaya. Hal itu menjadi konsekuensi pelatih apabila menelan pil kekalahan, tetapi suasana akan berbeda apabila Persib menang.
"Ke depan soal pergantian pemain, kalau tim itu sudah in, untuk apa ganti? kalau diganti terus jelek atau kalah gimana?," ujarnya.
Jaya membantah, kekalahan dilatarbelakangi dengan asumsi Persib harus kalah dari Persebaya karena faktor suporter. Persib tetap membutuhkan poin dan harus menang saat itu.
sumber ; PR
|